Profil
Tentang Kami
Tentang Kami
Sekolah Tinggi Teologi Parausorat berdiri sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga pelayanan terdidik di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Utara. Berawal dari sekolah Alkitab sederhana pada tahun 2005, institusi ini kini telah berkembang menjadi perguruan tinggi teologi dengan tiga program studi dan lebih dari 850 mahasiswa aktif. Kampus ini mengusung pendekatan pendidikan yang menyatukan pengajaran akademik, pembinaan spiritual, dan praktik pelayanan langsung di gereja lokal. Setiap mahasiswa wajib mengikuti program magang pelayanan selama dua semester untuk memastikan kesiapan mereka di lapangan.\n\nKeunggulan akademik STT Parausorat tampak dari kurikulum yang terus diperbarui setiap tiga tahun, melibatkan para praktisi dan gembala senior dalam penyusunannya. Dosen-dosen kami 80% telah bergelar doktor dari perguruan tinggi seperti Universitas Kristen Duta Wacana, STT Jakarta, dan beberapa universitas teologi di Asia. Rasio dosen-mahasiswa dijaga pada 1:15 untuk memastikan bimbingan personal yang intensif. Selain itu, perpustakaan kami menyediakan lebih dari 12.000 judul buku teologi, jurnal elektronik nasional, dan akses ke database internasional seperti ATLA Religion Database.\n\nFasilitas unggulan meliputi kapel berkapasitas 300 orang, laboratorium bahasa untuk penguasaan bahasa Yunani, Ibrani, dan Inggris teologis, serta ruang kelas multimedia ber-AC. Kami juga memiliki asrama mahasiswa dengan kapasitas 120 tempat tidur, area olahraga, dan klinik kesehatan. Prestasi mahasiswa terlihat dari keberhasilan meraih juara II Lomba Karya Tulis Teologi Nasional 2025 dan partisipasi dalam program pertukaran mahasiswa dengan seminari di Malaysia.\n\nAkreditasi B dari BAN-PT untuk program S1 Teologi dan S1 Pendidikan Agama Kristen menjadi bukti komitmen terhadap mutu. Kami juga menerapkan sistem penjaminan mutu internal berbasis ISO 9001:2015. STT Parausorat terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga rendah hati, melayani, dan berdampak bagi gereja dan masyarakat luas.
Sejarah
STT Parausorat didirikan pada 12 Mei 2005 oleh Pdt. Dr. Yohanes Ratulangi bersama sebuah yayasan misi lokal di Tomohon, Sulawesi Utara. Berawal dari keprihatinan akan minimnya tenaga pelayanan terlatih di pedesaan, beliau membuka kelas pertama dengan hanya 18 mahasiswa dan tiga dosen paruh waktu. Nama “Parausorat” diambil dari bahasa daerah yang berarti “terang yang menerangi”, mencerminkan misi institusi untuk menjadi terang bagi gereja dan masyarakat. Pada tahun 2008, sekolah ini memperoleh izin operasional penuh dari Kopertis Wilayah IX dan mulai menawarkan program S1 Teologi.\n\nPerkembangan signifikan terjadi pada 2012 ketika STT Parausorat membuka Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai respons atas kebutuhan guru agama di sekolah-sekolah. Tiga tahun kemudian, pada 2015, dibuka Program Studi Magister (S2) Teologi dengan konsentrasi Misiologi dan Konseling Pastoral. Jumlah mahasiswa melonjak dari 120 orang pada 2010 menjadi 530 orang pada 2018. Kampus baru seluas 1,2 hektar diresmikan pada 2017 oleh Gubernur Sulawesi Utara, dilengkapi gedung kuliah tiga lantai, perpustakaan modern, dan asrama.\n\nMilestone penting lainnya adalah perolehan akreditasi B dari BAN-PT pada 2019 untuk program S1, disusul akreditasi B untuk program PAK dan S2 pada 2021. Pada 2023, STT Parausorat menjalin kerja sama dengan enam sinode gereja di Indonesia Timur untuk penempatan lulusan dan pelatihan bersama. Hingga 2026, institusi ini telah meluluskan lebih dari 5.200 alumni yang tersebar di 32 provinsi dan 12 negara, bekerja sebagai pendeta, guru agama, konselor, misionaris, dan akademisi.\n\nPencapaian terbaru adalah terpilihnya STT Parausorat sebagai tuan rumah Konferensi Teologi Asia Tenggara 2026 yang dihadiri 250 peserta dari lima negara. Selain itu, dua dosen kami menerima hibah penelitian nasional dari Kementerian Agama pada 2025 untuk studi tentang teologi ekologi di wilayah pesisir. Sejarah panjang ini menegaskan posisi STT Parausorat sebagai salah satu institusi teologi paling dinamis di Indonesia Timur.
Visi & Misi
Visi STT Parausorat untuk menjadi sekolah tinggi teologi unggul dan terpercaya pada tahun 2035 diwujudkan melalui langkah konkret yang terukur. Dalam bidang pendidikan, kami menargetkan 100% dosen bergelar doktor pada 2030, pengembangan kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang selaras dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), serta penerapan blended learning dengan platform e-learning yang terintegrasi. Evaluasi visi dilakukan setiap dua tahun melalui rapat senat dan audit mutu internal, sehingga arah institusi tetap fokus dan adaptif terhadap perubahan zaman.\n\nMisi-misi yang telah dirumuskan tidak sekadar menjadi dokumen, tetapi diimplementasikan dalam aktivitas harian. Misal, misi penelitian dijalankan melalui pusat studi Teologi Kontekstual yang setiap tahun menghasilkan minimal 10 artikel terindeks Sinta dan 2 buku ajar. Misi pengabdian diwujudkan lewat program “Teologi Turun ke Desa” yang pada 2025 melayani 15 desa di Minahasa dan Bolaang Mongondow. Misi pembinaan karakter dijalankan melalui kelompok kecil mentoring mingguan, retret tahunan, dan program pelayanan di gereja mitra. Sementara misi kemitraan dibuktikan dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan 12 gereja sinodal, 3 lembaga misi internasional, dan 2 universitas mitra di Filipina dan Malaysia.\n\nImplementasi visi dan misi ini dievaluasi setiap semester melalui indikator kinerja utama (IKU) yang mencakup tingkat kelulusan tepat waktu, kepuasan pengguna lulusan, jumlah publikasi, dan dampak pelayanan masyarakat. Hasil evaluasi menjadi dasar perbaikan berkelanjutan, sehingga STT Parausorat tidak hanya menjadi institusi pendidikan, tetapi juga agen transformasi sosial-spiritual di Indonesia Timur.
Akreditasi & Penjaminan Mutu
STT Parausorat telah meraih akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) untuk Program Studi S1 Teologi (SK No. 1234/SK/BAN-PT/Akred/S/V/2019), Program Studi S1 Pendidikan Agama Kristen (SK No. 5678/SK/BAN-PT/Akred/S/VIII/2021), dan Program Studi S2 Teologi (SK No. 91011/SK/BAN-PT/Akred/M/XI/2021). Status akreditasi ini berlaku hingga 2027 dan menjadi bukti komitmen institusi terhadap standar mutu nasional. Selain itu, kami memiliki Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) yang bertugas merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi sistem penjaminan mutu berdasarkan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).\n\nLPMI menerapkan standar mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) dan kriteria akreditasi 9 standar BAN-PT. Setiap tahun, dilakukan audit mutu internal (AMI) pada semua program studi, Unit Pengelola Program Studi (UPPS), dan unit pendukung seperti perpustakaan dan laboratorium. Hasil AMI menjadi dasar penyusunan rencana tindak lanjut (RTL) yang dipantau oleh senat dan yayasan. Kami juga secara rutin mengikuti pelatihan peningkatan mutu bagi dosen dan tenaga kependidikan, seperti workshop penyusunan RPS berbasis OBE (Outcome-Based Education) dan pelatihan penggunaan sistem informasi penjaminan mutu.\n\nUpaya peningkatan kualitas berkelanjutan ditempuh melalui berbagai strategi: (1) menargetkan akreditasi A untuk semua program studi pada 2028, (2) memperluas kerja sama internasional untuk benchmarking mutu, (3) meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor dan publikasi bereputasi, serta (4) membangun budaya mutu di seluruh sivitas akademika. Dengan sistem penjaminan mutu yang kuat, STT Parausorat optimis dapat menghasilkan lulusan yang kompetitif dan berdaya guna bagi gereja dan masyarakat.